Pra Ujian Tengah Semester

Apa kabar kamu?
Apa kabar kamu yang masih nunggu kepastian darinya?
Apa kabar kamu yang gengsi ngungkapin perasaan ke dia?
Apa kabar kamu yang pura-pura gak ngebaca kode dari dia?
Apa kabar kamu yang masih deketin cewe lain padahal udah punya pacar?
Dan apa kabar kamu, mblo? Masih betah aja ngejomblo? 

Tenang mblo..kali ini bukan kamu kok yang jadi korban kekerasan RKS tema postingannya. Kadang kasian juga sama kamu mblo selalu jadi korban pembullyan oleh oknum-oknum pelaku pencurian sepeda motor insan-insan yang punya pasangan. Doain mereka cepat putus aja, mblo..kan doa orang teraniaya dijabah 'katanya'. Lagian kamu jomblo kan bukan salah kamu, tapi salah mereka yang tidak bisa melihat keindahan dalam diri kamu. *tabur lopelope diudara*

SKIP!

Ini udah masuk pertengahan semester. Udah UTS belum? Atau yang masih sekolah, udah MID belum? SEKOLAH? Emang masih jaman? HA-HA-H-HA... Ya pokoknya test pertengahan semseter gitulah, udah belum? Kalau udah semoga hasilnya bagus ya. Yang belum, mari sama-sama kita menundukkan kepala seraya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan kepercayaan masing-masing agar kami-kami yang akan menempuh UTS bisa melaksanakannya dalam keadaan sehat wal afiat dan mampu menjawab soal-soal tersebut dengan benar dan tepat, aamiin.

Saran aja sih ya, jangan terlalu banyak ngeluh sama apa yang sedang dan akan kamu jalani. Pasangan sibuk sama hobby mereka kamu ngeluh. Kang galon yang gak kunjung datang, ngeluh.  Sebentar lagi ujian, ngeluh. Banyak tugas, ngeluh. Jadwal praktikum baserak disana-sini, ngeluh. Masuk jurusan ini, kamu ngeluh karena terlalu banyak berurusan dengan angka-angka. Masuk jurusan itu, kamu juga ngeluh karena terlalu banyak hapalannya.

Jadinya kan kamu mengeluhkan apa yang udah kamu pilih. Sebelum mengambil pilihan pastinya kamu udah mendata atau paling gak kamu tau resiko dan hal-hal apa saja yang akan kamu terima kalau mengambil pilihan itu daaaaan harusnya kamu bisa terima itu sekarang.

Jurusan ini bukan pilihan aku, Lin. Ini pilihan orangtua aku.
Setiap orang berhak memilih. Setiap orang berhak menentukan pilihannya sesuai dengan dirinya masing-masing karena gak ada yang benar-benar tau diri kamu selain kamu sendiri. Oke orang tua memilihkan kamu dijurusan itu, tapi itu kan cuma sebagai saran. Yang menentukan diambil keputusan itu atau tidaknya harusnya tetap kamu. Coba beri pengertian lebih ke orangtua. Atau buat perjanjian dengan orang tua. Misalnya: kalau dalam sekian bulan saya tidak bisa mendapat nilai bagus di jurusan yang saya pilih, saya akan mengikuti kata mama/papa/bunda untuk masuk dijurusan itu.

Gampang kan? Yaiyalah gampang wong cuma ngomong pun hahaha..
Enggak deng..serius itu bisa dijadikan acuan juga kok ;)


Bye!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Alasannya..

RIP AUTOCAD!

Beberapa jam sebelum UN...