Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

"Sorry, tapi aku..."

Disebuah sekolah menengah atas (SMA) saat bel tanda istirahat berhenti dibunyikan... "Bawa bekal gak? Kantin aja yuk?" Rara bertanya kepada sahabat dekatnya. "Enggak sih, tapi aku lagi males ke kantin" Feo, sahabatnya menjawab. Rara dan Feo adalah siswi kelas 3 di sekolah itu. Mereka udah sahabatan sejak kecil. Gak ada yang disembunyikan satu sama lain, termasuk masalah hati.  Rara memendam perasaan dengan satu-satunya cowok populer di sekolah. Dia gak berani ngungkapinnya. Dia hanya bisa mencari celah-celah sempit agar bisa melihat sedikit saja potongan tubuh cowok yang disukainya itu, terlebih lagi karena mereka beda kelas. Chandra. Chandra Mahabrata Suherman namanya. Rara tergila-gila dengan dia karena 'katanya' Chandra itu cool, pintar, berkharisma, tinggi, putih, dan yang paling membuat Rara jatuh hati itu...senyumannya Chandra. Rara udah suka sama dia sejak kelas 1, saat MOS (masa orientasi siswa). Waktu itu Chandra nolongin Rara mencari...

Part 1

Inti kisah ini dimulai pada pertengahan tahun 2013 hingga 2014. Disebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada dikota aku tinggal sekarang, Bangkinang, Riau. Terjadi pada sekumpulan anak-anak remaja perempuan yang terbelit kasus hutang piutang hubungan pertemanan. Namun, kisah ini terjadi begitu saja tanpa ada yang mengkomandokan, tanpa seorang leader dan hanya karena waktu-lah ini bisa terjadi. Cast: Feo - Rara - Muti - Ami - Ayu - Shinta - Indah - Ika  Title: Antara teman atau sahabat.. Bentar..ini fiksi atau nonfiksi, Lin? Tergantung pemikiran pembaca aja, kalau ngiranya fiksi ya ini fiksi tapi kalau ngiranya nonfiksi berarti ini nonfiksi. It is about your mindset ;) Let's find out! Kenalin, aku Feo. Teman-teman biasanya manggil aku Fe, mungkin biar gampang aja diucapinnya. Aku bukan berasal dari keluarga kaya raya yang bisa mengganti sepatunya kalau ada sedikit saja goresan. Sepatu bolong karena digigit tikus pun pernah aku pakai selagi bisa dig...

Beberapa jam sebelum UN...

Sebagai siswi kelas 3 SMA, ujian nasional atau yang lebih sering disebut UN juga merupakan hal yang paling menakutkan, mengerikan dan menyeramkan bagi saya. Bagaimana tidak, UN dilaksanakan pada bulan April, itu keceptan woy -_-. Soal UN ada 21 paket, gak adil banget kan? Gimana jadinya ntar kalau yg udah kita pelajari sama sekali gak ada pada soal yang kita pegang malahan adanya sama yang teman sebelah kita? Apes! UN itu Ujian Nasional, harus nyanyi lagu-lagu nasional dulu baru bisa mengikuti ujian. Nah kalau yang suaranya jelek gimana? Kalau ada yang lupa sikat gigi pagi sebelum kesekolah gimana? Kasihan yang didepan dia kan. Mulai ngelantur~ Bagi aku pribadi, awalnya UN itu sesuatu yang benar-benar menjadi momok. Tapi setelah aku ke klinik Tong Fang bertanya ke beberapa senior yang udah mengikuti UN (ada di post ini cek ya ) dan dikasih beberapa wejangan juga, kekhawatiran aku semakin berkurang. H-2 pra-UN aku juga masih santai-santai aja. Sibuk main twitter, buka facebook, ha...

"Jika Kamu Ingin, Kamu Bisa"

Bel sudah mulai berbunyi. Siswa dan siswi berlarian menuju kelasnya masing-masing. Mereka tidak ingin bertemu dengan guru killer yang selalu berjalan mengelilingi sekolah, mencari setiap siswa yang belum memasuki kelas. Sementara disudut sebuah kelas, tampak seorang anak laki-laki dengan penampilan yang sangat biasa sedang termenung. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu sambil memandang kearah teman-temannya. Diantara mereka ada yang sedang bergaya menunjukkan wajah cantiknya, ada yang dikerumini teman-teman lainnya karena sedang menjelaskan pelajaran dan ada juga yang sedang memamerkan harta kekayaan orang tua mereka. Dia berpikir, dan kembali termenung. Dia hanyalah seorang siswa biasa yang tidak memiliki apapun untuk dibanggakan. Waktu berlalu begitu cepat. Bel pulang juga sudah berbunyi. Lagi, satu hari yang biasa telah ia lewati. Ketika ia sampai dirumah... "Bu, kapan Bapak pulang? Bapak akan bawa uang yang banyak kan, Bu?" "Nak, kenapa kamu ini? K...

Sebuah Paragraf dari beberapa Kata Baku

Stres - Bus - Elite - Karier - Favorit         Sudah hampir setengah jam aku berdiri disini, menunggu bus jurusan ke sekolahku. Ah! Aku bosan. Lebih baik aku jalan kaki saja. Sambil menyedot susu kotak favorit ku, aku terus berjalan melewati bangunan-bangunan tinggi dikota ini. Aku berharap ketika sudah besar nanti aku menjadi pemimpin disalah satu perusahaan besar itu. Aku ingin menjadi seorang wanita karier yang terhebat dan terkenal. Lalu aku membeli rumah disebuah tempat perumahan elite dan akan tinggal bersama suami serta anakku. Aduh...apa yang baru saja kupikirkan. Aku bisa stres jika terus memikirkan ini. Lebih baik aku lari saja agar tidak terlambat masuk kelas.

"UN" kata Senior

Gambar
Hello, ini H-2 UN! Jangan cemas, enjoy aja. Sekarang aku mau share beberapa pendapat dari kakak kelas yang udah duluan meninggal menghadapi UN. UN Susah Gak Sih?   Apa yang Dilakukan selain Doa dan Usaha?    Pengawasnya Gimana? Mungkin bagi sebagian kita ini yang paling penting. Mari kita intip apa kata senior mengenai ini.     Gimana? Semoga bisa sedikit mengurangi rasa tegang dan takut yang lagi mau UN ya...Jangan terlalu dibawa serius ya. Yang bisa diambil monggo diambil tapi jangan beranggapan semua yang diatas itu benar 100%. INTINYA ITU: KARENA: ** Thank you buat kakak-kakak dan abang-abang ketjeh yang udah duluan duduk dibangku kuliah yang mau menjawab pertanyaan aku hehe..Semoga kami bisa lulus dengan yang terbaik juga ngikutin jejak kalian yah. Amin Ya Rabb.. Salam Simple!

Gak Pentingnya LJK..

Saya sebagai siswi SMA kelas 3 merasa lelah dan bosan saat mengikuti TO UN (Ujian Nasional), karena harus membulat-bulatkan jawaban diatas selembar kertas yang nantinya akan dibaca oleh komputer. Kenapa mesti komputer? Emang kemampuan membaca panitia UN lemah? Enggak kan. Ada beberapa pertanyaan yang membuat saya bingung terkait LJK ini, diantaranya: Apa gunanya tanggal lahir di LJK? Panitia UN mau ngerayain ulang tahun kami? Enggak kan? Lagian semua data para siswa juga udah dikirim ke pusat trus kenapa masih nanya-nanya tanggal lahir? Menurut pandangan saya membulat-bulatkan tanggal lahir ini jadinya seperti sengaja biar waktu para siswa untuk mengerjakan soal terbuang. Hemm.. mari kita mencoba ber-positif thinking, mungkin para panitianya aja yang kepo.  LJK ini tuh mubazir! Kenapa setelah kita menulis Nama Lengkap, No. Ujian, Tgl. Lahir dikolom atas masih disuruh membulat-bulatkannya dikolom bawah? Buang-buang waktu (lagi)! Pensil juga bakalan berkurang panjangnya. Tangan ma...

Gak enaknya tugas kelompok

Hello readers, Setelah bertahun-tahun hidup dijaman penjajahan Belanda dibangku sekolahan, yang paling tidak aku sukai itu ya tugas kelompok. Kenapa? Nyok mong go dibaca. Gak semuanya yang kerja! Asal berkelompok pasti ada aja yang kerjanya cuma berpangku tangan sama yang bisa atau yang mereka anggap bisa atau mereka memang sengaja gak mau ikut campur dalam tugas itu. Seharusnya semuanya juga ikut andil dalam tugas itu, namanya aja KELOMPOK bukan PRIBADI!! Ujung-ujungnya ngerjain sendiri. Ini pengalaman aku kali, udah khatamlah kalau masalah ginian -_-. Pernah waktu itu tugas kelompoknya cuma 2 orang, aku sama teman aku yang bisa kita anggap dia kurang mahir dibidang pelajaran yang bersangkutan, dia gak punya PC ataupun laptop, rumah kami juga berjauhan, kalau ngerjain disekolah gak ada waktu karena saat itu pulangnya aja udah jam 05.30 sore. Jadi, dengan terpaksa tapi tetap bersabar diri akhirnya aku sendiri yang mengerjakannya:')). Dari maghrib sampai tengah malam mata gak...