"Sorry, tapi aku..."
Disebuah sekolah menengah atas (SMA) saat bel tanda istirahat berhenti dibunyikan...
"Bawa bekal gak? Kantin aja yuk?" Rara bertanya kepada sahabat dekatnya.
"Enggak sih, tapi aku lagi males ke kantin" Feo, sahabatnya menjawab.
Rara dan Feo adalah siswi kelas 3 di sekolah itu. Mereka udah sahabatan sejak kecil. Gak ada yang disembunyikan satu sama lain, termasuk masalah hati.
Rara memendam perasaan dengan satu-satunya cowok populer di sekolah. Dia gak berani ngungkapinnya. Dia hanya bisa mencari celah-celah sempit agar bisa melihat sedikit saja potongan tubuh cowok yang disukainya itu, terlebih lagi karena mereka beda kelas. Chandra. Chandra Mahabrata Suherman namanya. Rara tergila-gila dengan dia karena 'katanya' Chandra itu cool, pintar, berkharisma, tinggi, putih, dan yang paling membuat Rara jatuh hati itu...senyumannya Chandra. Rara udah suka sama dia sejak kelas 1, saat MOS (masa orientasi siswa). Waktu itu Chandra nolongin Rara mencari pasangan sepatunya yang sengaja dihilangin oleh kakak senior. Pada saat itulah Chandra dianggapnya sebagai pahlawan terkerennya.
Tapi tidak bagi Feo. Feo menganggap Chandra hanya sebagai siswa yang standar dan biasa saja.
"Ayolah...tadi aku denger dari Robi katanya mereka mau makan bareng di kantin sama Chandra"
"(menghela napas) Enggak ah enggak..aku beneran males nii"
"Pliiiiiss... (memohon sambil menunduk)"
Karena gak tega ngeliat sahabatnya bertingkah seperti itu, dengan sedikit terpaksa akhirnya Feo setuju untuk pergi ke kantin.
Di kantin...Rara begitu menikmati pemandangan indah sesaatnya. Chandra begitu berkilauan dimatanya. Tiba-tiba..
"Rara kan?" Chandra datang menghampiri
"I..i..iya" Rara mencoba menjawab dengan tenang tapi tidak bisa
"Emm..boleh minta nomor handphone nya gak? Sorry kalau lancang gini"
"Ohh boleh boleh, enggak kok, kamu gak lancang"
Mereka tukaran nomor handphone dan Chandra kemudian pergi. Namun tanpa disadari Rara, saat sudah melewati punggungnya Rara, Chandra melirik kepada Feo dan memberikan senyuman termanisnya. Feo heran. Ah mungkin aku salah liat, atau senyuman itu untuk temannya yang sedang berada dibelakangku, katanya dalam hati.
"Aaaaa..Fe, Feo..." (teriak kegirangan)
"Iya"
"Fe, tadi dia..dia Fe..Chandra, Chandra minta nomor handphone aku"
"Ya bagus dong"
"Apa jangan-jangan dia suka juga ya sama aku?"
"Jangan terlalu cepat ngambil kesimpulan"
Pelajaran pertama: "Cowok, gak akan sesederhana itu cara ngedektin cewek yang dia suka. Sebagai cewek, kamu, kita, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dari sesuatu hal baru yang dilakuin cowok yang kamu taksir ke kamu. Masih butuh bukti-bukti lain yang lebih detail biar bisa bilang dia juga suka sama kita. Cowok gak segampang itu untuk dimengerti."
To be continue..
Komentar
Posting Komentar