Part 1
Inti kisah ini dimulai pada
pertengahan tahun 2013 hingga 2014. Disebuah Sekolah Menengah Atas (SMA)
yang ada dikota aku tinggal sekarang, Bangkinang, Riau. Terjadi pada
sekumpulan anak-anak remaja perempuan yang terbelit kasus hutang piutang
hubungan pertemanan. Namun, kisah ini terjadi begitu saja tanpa ada
yang mengkomandokan, tanpa seorang leader dan hanya karena waktu-lah ini
bisa terjadi.
Cast: Feo - Rara - Muti - Ami - Ayu - Shinta - Indah - Ika
Title: Antara teman atau sahabat..
Bentar..ini fiksi atau nonfiksi, Lin? Tergantung pemikiran pembaca aja, kalau ngiranya fiksi ya ini fiksi tapi kalau ngiranya nonfiksi berarti ini nonfiksi. It is about your mindset ;)
Let's find out!
Kenalin,
aku Feo. Teman-teman biasanya manggil aku Fe, mungkin biar gampang aja
diucapinnya. Aku bukan berasal dari keluarga kaya raya yang bisa
mengganti sepatunya kalau ada sedikit saja goresan. Sepatu bolong karena
digigit tikus pun pernah aku pakai selagi bisa digunakan. Mungkin ini
juga karena faktor aku anak kedua dari 3 bersaudara. Aku kasih tau satu
hal: Jadi yang kedua itu gak menyenangkan!
Karena yang pertama selalu diduluankan dan si bungsu pasti selalu
diturutin. Aku memakluminya. Aku juga bukan seorang siswa yang pintar
dan selalu mendapat juara kelas. Aku pernah dapat peringkat 15 dari 35
siswa, memalukan memang. Aku bukan seseorang yang memiliki paras indah
dan bentuk tubuh yang menarik. Aku adalah aku yang (mungkin) memiliki
keistimewaan special yang tidak kalian miliki :)
Walaupun
begitu aku bersyukur karena masih mempunyai seorang teman yang selalu
setia sejak kami berada di SMP. Rara namanya. Dia juga hanya sorang
gadis biasa. Dia sering curhat soal pacar dan fans-fansnya kepadaku.
Hahaha..kadang lucu juga dengerin curhatannya dia. Dia gak pengen
diganggu tapi masih aja balas SMS (short message service ) fansnya.
Karena
selama 3 tahun di SMP kami selalu satu kelas, hubungan kami masih
dijalur aman. Beranjak SMA, kami pisah dikelas 1. Sambil terus mengenal
satu sama lain, komunikasi tetap kami lakukan bahkan tidak jarang saat
waktu istirahat kami habiskan bersama. Yaelah..sok-sokan aje yee haha
biarin :p. Beranjak kekelas 2, kami berjodoh, kita satu kelas (lagi).
Dan di fase inilah semuanya terjadi.
Saat
memasuki kelas baru, entah apa yang sedang ada dipikiranku saat itu,
ketika Shinta memintaku untuk duduk disampingnya, aku meng-iyakannya.
Padahal katanya diwaktu yang sama juga Rara memintaku untuk duduk
bersebelahan. Entah kenapa, rasanya aku tidak mendengar perkataan Rara
dan hanya fokus pada Shinta. Shinta ini juga teman sekelas kami sewaktu
SMP tapi tidak terlalu dekat karena (mungkin) kita beda kasta. Shinta
anak seorang pejabat di Kota ini. Akhirnya, aku duduk bersebelahan
dengan Shinta dan disampingnya ada Rara yang duduk bersama Ami. FYI, Ami
ini teman sekelas Shinta sewaktu kelas 1. Lucu memang~
Dikelas itu tentu kami tidak hanya berempat (gilak aja masa ada sekolah negeri satu kelas isinya 4 orang aja). Ada Muti, Ayu, Indah dan Ika yang kebetulan duduknya dipojok kanan depan dan mereka ini anak-anak OSIS. Ada juga si Chandra, lelaki pujannnya Rara sejak setahun lalu. Ada si Ipat, Igus, Imar, Isur dan masih banyak lagi. Kelas ini begitu hangat, nyaman, dan menyenangkan.
Seiring waktu berjalan, aku semakin merasa dekat dengan Shinta. Kami seakan memiliki feeling yang kuat satu sama lain. Contohnya saja, saat ada sesuatu yang mengganjal/merusak/mengganggu menurut pendengaran dan mata kami, cukup saling berhadapan saja kami sudah tahu maksud 'kode' masing-masing dan kemudian tertawa bersama. Ah aku merindukan saat-saat itu~
To be continue...
Komentar
Posting Komentar