Just Be Brave
Cinta tidak perlu orang yang kita sukai tahu bahwa kita mencintainya. Biarkan dia tau karena alam akan memberi tau.
Kira-kira seperti itu kalimat yang di kirim salah satu teman cowok Olin melalui sebuah pesan singkat (SMS) beberapa bulan lalu. Coba baca sekali lagi kalimatnya. Udah? Setuju apa enggak dengan pernyataan itu tergantung kamu sendiri karena pandangan setiap orang pasti berbeda. Selesai membaca kalimat itu, Olin langsung teringat sebuah cerita yang nggak sengaja pernah baca di internet. Ceritanya gini...
Miki dan Adit adalah sepasang sahabat yang udah dari kecil selalu bersama. Adit tidak ingin kehilangan Miki dan begitu juga sebaliknya. Saat lulus SMP, Adit bilang ke Miki "Makasih ya udah mau jadi sahabat aku". Waktu terus berjalan, namun ketika SMA kelas 2 Adit merasakan ada perasaan yang berbeda untuk Miki dan itu udah bukan lagi perasaan untuk seorang sahabat. Adit menyadarinya namun dia tidak mengatakannya ke Miki karena takut sikap Miki berubah setelah dia mengatakannya. Adit takut persahabatan mereka hancur hanya karena sifat egois dari perasaannya. Adit hanya memendam perasaannya dan berharap rasa itu bisa hilang seiring berjalannya waktu.
Ketika Miki juara olimpiade Fisika Nasional, Adit bilang "Kamu hebat! Kamu yang terbaik! Kamu sahabatku!". Adit semakin memendam perasaannya, tidak ingin sahabat dekatnya itu tahu karena Adit beranggapan bahwa Miki hanya melihatnya sebagai seorang sahabat, tidak lebih. Saat wisuda, Adit mengecup kening Miki sambil berkata "Makasih udah selalu bersama aku selama ini."
Hari berganti bulan. Miki menikah dengan salah satu rekan kerjanya dikantor. Saat acara pernikahan, Adit bilang ke Miki, "Selamat ya, kamu sekarang udah jadi milik orang lain. Kamu sahabat terbaik yang pernah aku miliki." Miki kemudian tersenyum. Sementara rasa suka Adit untuk Miki belum pernah pudar sejak ia menyadari perasannya itu. 2 bulan setelah pernikahan, Miki meninggal karena suatu penyakit turunan dari Papanya.
Di pemakaman, Mama Miki membawakan sebuah buku kecil dan memberikannya kepada Adit. Adit membuka perlahan lembar demi lembar di buku itu sampai ia terdiam dan tidak bisa menahan turunnya kristal indah dari bola matanya. Di lembar itu tertulis: Adit, Miki sayang sama Adit. Bukan sayang sebagai seorang sahabat tapi sayang seperti seorang wanita kepada pria nya. Miki nggak mau Adit tau. Miki nggak mau persahabatan kita rusak. Miki sayang Adit.
The end.
Gimana? Masih punya pikiran yang sama tentang pernyataan tadi setelah baca cerita itu? Iya alam mungkin akan memberitahu, dan saat itu si dia udah nggak bisa lagi kita miliki.
Aku takut, Lin.
Takut kenapa? Takut kehilangan dia setelah mengatakannya? Takut semuanya berubah dan nggak bisa kayak dulu lagi? Takut dia ilfeel sama kamu? Lebih takut mana antara itu sama kamu kehilangan dia dan dia harus jadi milik orang lain?
Ngungkapin perasaan itu emang nggak gampang. Kamu harus benar-benar yakin sama perasaan kamu dan kamu juga harus bisa menerima segala resiko yang mungkin akan terjadi nanti. Emm..I have a big secret for you. Tapi janji jangan bilang ke orang-orang ya hehe.. Sebenarnya, olin pernah ngungkapin perasaan ke orang yang olin suka*.
Awalnya emang berat. Butuh berpuluh-puluh kali untuk meyakinkan diri. Lega? Pasti. Setelah itu? Hubungan kami jadi hambar, kayak kopi tanpa gula. Yang biasanya sering cerita-cerita panjang lebar, waktu itu udah nggak ada lagi. Berbulan-bulan lost contact. Berbulan-bulan tanpa tahu kabar dia. Berbulan-bulan masih mempertanyakan 'Dia masih kesal nggak ya setelah aku bilang itu ke dia'. Waktu menjawab semuanya. Rasa suka ke dia udah nggak ada. Dia tiba-tiba datang (lagi) dengan cerita barunya. Dengan Olin yang baru. Dengan kami yang sama-sama baru. Seperti membuka lembaran baru, seperti orang yang kena amnesia, nggak peduli dengan apa yang udah terjadi dulu yang terpenting adalah kami yang sekarang. Kami yang mulai berteman lagi. Yang sama-sama saling memberi semangat kalau lagi kesulitan.
Kamu hanya harus lebih berani. Keluar dari you're confort zone memang nggak gampang tapi harus dicoba. Terlebih buat cowo, cewe itu nggak suka menunggu terlalu lama. Jangan sampai kejadian kayak cerita Adit diatas.
Coba dengar lagunya Endah N Rhesa-When you love someone.
When you love someone just be brave to say~
That you want him to be with you~~
Buat yang cowo "him" nya di ganti aja._.
Bhay!
*cuma sekali dan nggak mau lagi
Ketika Miki juara olimpiade Fisika Nasional, Adit bilang "Kamu hebat! Kamu yang terbaik! Kamu sahabatku!". Adit semakin memendam perasaannya, tidak ingin sahabat dekatnya itu tahu karena Adit beranggapan bahwa Miki hanya melihatnya sebagai seorang sahabat, tidak lebih. Saat wisuda, Adit mengecup kening Miki sambil berkata "Makasih udah selalu bersama aku selama ini."
Hari berganti bulan. Miki menikah dengan salah satu rekan kerjanya dikantor. Saat acara pernikahan, Adit bilang ke Miki, "Selamat ya, kamu sekarang udah jadi milik orang lain. Kamu sahabat terbaik yang pernah aku miliki." Miki kemudian tersenyum. Sementara rasa suka Adit untuk Miki belum pernah pudar sejak ia menyadari perasannya itu. 2 bulan setelah pernikahan, Miki meninggal karena suatu penyakit turunan dari Papanya.
Di pemakaman, Mama Miki membawakan sebuah buku kecil dan memberikannya kepada Adit. Adit membuka perlahan lembar demi lembar di buku itu sampai ia terdiam dan tidak bisa menahan turunnya kristal indah dari bola matanya. Di lembar itu tertulis: Adit, Miki sayang sama Adit. Bukan sayang sebagai seorang sahabat tapi sayang seperti seorang wanita kepada pria nya. Miki nggak mau Adit tau. Miki nggak mau persahabatan kita rusak. Miki sayang Adit.
The end.
Gimana? Masih punya pikiran yang sama tentang pernyataan tadi setelah baca cerita itu? Iya alam mungkin akan memberitahu, dan saat itu si dia udah nggak bisa lagi kita miliki.
Aku takut, Lin.
Takut kenapa? Takut kehilangan dia setelah mengatakannya? Takut semuanya berubah dan nggak bisa kayak dulu lagi? Takut dia ilfeel sama kamu? Lebih takut mana antara itu sama kamu kehilangan dia dan dia harus jadi milik orang lain?
Ngungkapin perasaan itu emang nggak gampang. Kamu harus benar-benar yakin sama perasaan kamu dan kamu juga harus bisa menerima segala resiko yang mungkin akan terjadi nanti. Emm..I have a big secret for you. Tapi janji jangan bilang ke orang-orang ya hehe.. Sebenarnya, olin pernah ngungkapin perasaan ke orang yang olin suka*.
Awalnya emang berat. Butuh berpuluh-puluh kali untuk meyakinkan diri. Lega? Pasti. Setelah itu? Hubungan kami jadi hambar, kayak kopi tanpa gula. Yang biasanya sering cerita-cerita panjang lebar, waktu itu udah nggak ada lagi. Berbulan-bulan lost contact. Berbulan-bulan tanpa tahu kabar dia. Berbulan-bulan masih mempertanyakan 'Dia masih kesal nggak ya setelah aku bilang itu ke dia'. Waktu menjawab semuanya. Rasa suka ke dia udah nggak ada. Dia tiba-tiba datang (lagi) dengan cerita barunya. Dengan Olin yang baru. Dengan kami yang sama-sama baru. Seperti membuka lembaran baru, seperti orang yang kena amnesia, nggak peduli dengan apa yang udah terjadi dulu yang terpenting adalah kami yang sekarang. Kami yang mulai berteman lagi. Yang sama-sama saling memberi semangat kalau lagi kesulitan.
Kamu hanya harus lebih berani. Keluar dari you're confort zone memang nggak gampang tapi harus dicoba. Terlebih buat cowo, cewe itu nggak suka menunggu terlalu lama. Jangan sampai kejadian kayak cerita Adit diatas.
Coba dengar lagunya Endah N Rhesa-When you love someone.
When you love someone just be brave to say~
That you want him to be with you~~
Buat yang cowo "him" nya di ganti aja._.
Bhay!
*cuma sekali dan nggak mau lagi
Komentar
Posting Komentar