Kamu kenapa?

Kamu kenapa?
Kenapa kamu muncul (lagi) setelah usaha yang aku lakukan selama ini terlihat baik-baik saja?
Kenapa kamu bersikap baik (lagi) terhadapku?
Kenapa kamu seakan enggan melepasku?
Kenapa kamu membuat aku berpikiran kalau kamu ....
Ah..aku tidak  ingin jauh berpikiran
Tapi kenapa?

Kamu seperti memberi harapan - atau aku yang terlalu percaya diri (?)
Kamu memberikan kode-kode yang tidak biasa
Kode yang menunjukkan kalau kamu itu ....
Ah..apa yang sedang aku pikirkan ini
Apa aku salah?
Lantas apa maksud semuanya selama ini?

Kamu bilang lebih baik sahabatan daripada menjalin sebuah hubungan
Lalu, kamu bilang lagi kalau sendiri itu jauh lebih menyenangkan
Kamu kenapa?

Mungkinkah aku hanya pelarian?
Disaat kamu jenuh dengan segala rutinitas keseharianmu, kamu datang kepadaku
Dan aku dengan polosnya menerima (lagi) kehadiranmu
Aku yang memang (masih) belum bisa menjauhimu dari duniaku
Aku yang memang (masih) berharap tentang kamu
Tentang kisah yang nantinya akan menjadi kita

Ketika aku menyebut nama lelaki lain, kamu marah
Kamu kenapa?

Kamu tidak ingin ada pria lain yang duduk disebelahku
Kamu kenapa?

Namun, kamu dengan rasa tidak bersalahmu dengan mudahnya menyebut nama wanita lain dihadapanku
Kamu kenapa?

Kamu dengan riangnya bercanda berlarian berduan bersama dia, wanita itu, dihadapanku tanpa sedikitpun melirik kepadaku
Kamu kenapa?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Alasannya..

RIP AUTOCAD!

Beberapa jam sebelum UN...