Betapa Berbedanya Kita

Postingan ini masih saja tentang kamu. Entah kapan aku bisa lepas dari semua bayang-bayangmu. Juga tidak peduli apakah kamu membaca ini, dan semua tulisanku yang teruntuk kamu.

Selama mengenalmu, kutemukan banyak perbedaan antara kita.
Mungkin karena perbedaan itulah aku lebih dulu tertarik kepadamu

Tidak pernah sedikitpun aku merasa menyesal pernah mengenal kamu, karena kamu begitu berarti buatku. Sementara aku hanya menjadi selingan dikala kamu kesepian dan butuh seseorang untuk menemani. 

Ketika ada notifikasi namamu muncul di handphone ku, secepat mungkin aku membalas. Sementara pesanku kau balas sesenggangmu saja.

Selelah apapun aku setelah seharian beraktivitas, tak pernah menolak ajakanmu yang sekadar membuang rasa bosan. Dan disaat aku lagi butuh-butuhnya denganmu, ketika hati membutuhkan sang empunya kau entah dimana. Bahkan pesanku saat itu baru kau baca 2 hari kemudian.

Aku mencintaimu, sementara kamu tidak.
Iya aku memang bodoh. Tapi tak pernah berhrnti untuk merebut hatimu. Sementara kamu, sibuk menarik ulur hatiku. Seperti bermain layangan. Tak kau pedulikan rasaku, yang pasti kau bersenang-senang dengan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Alasannya..

RIP AUTOCAD!

Beberapa jam sebelum UN...