Puisi Ada Apa dengan Cinta

Hey hello hai...udah 1 bulan 8 hari gak ngepost rasanya udah setahun aja~

Berhubung aku udah gak mau lagi nyambungin cerita yang cerita ini dan cerita ini juga, haha maaf yaa bagi yang udah nunggu kelanjutan ceritanya. Sekarang aku mau berbagi tulisan sastra indah dari film Ada Apa dengan Cinta. Sebuah puisi dari seorang pria yang menang lomba puisi padahal dia tidak pernah ikut lomba itu. Nah loh, bingung kan lo? Hahaha... makanya nonton aja filmnya bagi yang belum nonton. Itu emang film lama tapi dijamin gak bakalan nyesel setelah lo tonton. Jangan cuma update datengin bioskop kalau ada film luar aja :p #HidupPerfilmanIndonesia

Kenapa gak buat cerita tentang apa kek gitu, Lin? Kenapa malah nulis ulang puisi orang?
Masalahnya...belum ada pelangi muncul didalam pikiran ini haha. Serius. Abis ujian nasional (UN) beberapa bulan lalu, disaat teman-teman yang lain pada bimbel sana bimbel sini sampai ada yang keluar kota aku cuma stay at home -_-

Itu lebih bagus kalik, Lin. Kan lo jadinya bisa santai pergi liburan kemana kek gitu biar bisa bikin banyak tulisan baru.
Pengennya juga gitu, tapi apa daya tangan mama tak sampai meraihnya, Nak :') <----- lebay. Aku juga pengen, tapi gak ada temen buat diajakin dan dengan tidak senonohnya dompet pun tidak berisi :( #OlinSiGadisMalang

Last, dengan segenap hati dan jiwa raga...aku minta maaf yaa kalau lirik puisi ini tidak sesuai dengan yang aslinya, maaf kalau banyak kesalahan dan ke-typo-an dalam penulisan. Maaf juga kalau tulisan-tulisan yang udah aku post sebelumnya terkesan menyindir dan Anda merasa tersindir sehingga menjadi orang yang tersindir (?), terkesan kaku (karena aku masih dalam tahap belajar juga), tidak menarik, kurang poles sana dan sini, pokoknya semua kesalahan dan kekurangan aku mohon maaf yaa karena besok pagi udah Ramadhan. Marhaban yaa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin o:)

Ciee udah gak sabar ni pengen baca puisinya hahaha
Nih let's read this and don't forget to watch the movie ;)


Ku lari kehutan 
Kemudian teriakku
Ku lari kepantai 
Kemudian menyanyiku
Sepi..sepi dan sendiri aku benci
Aku mau bingar...aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Bila...ada malaikat menyulam
Jaring laba-laba belang di tembok 
keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
Atau aku harus lari ke pantai
belok ke hutan

                                                                                                    Rangga







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Alasannya..

RIP AUTOCAD!

Beberapa jam sebelum UN...